Sabtu, 30 Maret 2013

Carilah Teman yang Baik

Manusia merupakan makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Karena memang Allah memberikan kita anugerah untuk bersosialisasi dan saling membutuhkan antar sesama. Bahkan, Nabi Adam  pun tidak bisa hidup di dalam syurga sendirian, sehingga Allah memberikan Hawa untuk menjadi teman Nabi Adam. Lihat juga dalam QS. Thaha :25-35, ketika Nabi Musa memohon kepada Allah untuk memberikannya seorang teman  yang dapat membantunya yaitu Nabi Harun. Agar Nabi Harun dapat mendukung Nabi Musa dalam menyampaikan risalah Illahi.

Tak bisa dipungkiri bahwa manusia itu saling membutuhkan, manusia tidak akan mampu hidup sendiri. Karena itu kita membutuhkan teman untuk membantu, mengingatkan, saling berbagi dll. Dari teman pun kita bisa saling bertukar pengalaman dan memperbanyak khasanah keilmuan kita. Teman juga akan memeberikan motivasi hidup untuk kita. Tapi adakalanya, karena teman lah kita menjadi seseorang yang jahat, bahkan bisa menjadi durhaka kepada Allah SWT. Karena itu Nabi mengingatkan kita dalam sebuah hadits :

"Seseorang itu pada agama teman karibnya. Maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat siapa yang menjadi temannya." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad )

Banyak anak yang telah dididik dalam pengaruh keluarga yang baik, tapi malah melakukan kegiatan yang tidak sesuai. Bisa jadi itu adalah pengaruh dari sahabat. Atau malah, seseorang itu terkenal akan kejahatannya, tetapi ketika mengenal orang yang baik dan bergaul dengan mereka, ia berubah menjadi pribadi yang baik. Salah satunya karena faktor teman.

Seseorang tentulah akan memilih orang yang memiliki "chemistry" yang sama untuk menjadi teman, terlebih lagi menjadi sahabat. Karena itu, seorang sahabat adalah orang pilihan kita, bukan orang yang karena kondisi tertentu , ia bersama kita. Tidak semua orang dapat dijadikan teman, karena itu lihatlah siapa yang akan menjadi temanmu, mulai dari tingkat pendidikannya, lingkungannya, akhlaqnya, dan agamanya.Karena kata Rasul SAW :

"Seseorang akan bersama dengan orang yang dicintainya." (HR. Bukhari-Muslim)

Pada hari kiamat nanti, manusia akan datang bersama dengan orang yang dicintainya. Jika mencintai Rasulullah SAW dan para sahabatnya, orang-orang yang baik akhlaqnya, serta taat kepada Allah SWT, maka insya Allah mereka akan datang bersama dengan itu.

Rasulullah SAW bersabda :

"Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk adalah seperti pembawa minyak kesturi dan peniup uburpan (alat tiup tukang pandai besi)." (HR. Bukhari-Muslim)

Maksud dari hadits itu diibaratkan, jika kita berteman dengan orang yang menjual atau membawa parfum, maka kita akan tertular bau wanginya. Jika kita berteman dengan orang yang meniup uburpan, maka kita akan tertular oleh asap, tubuh dan pakaian kita akan tertular asap juga.

Teman yang baik adalah teman yang membantu kita dalam berbagai keadaan, teman yang ketika dibutuhkan maka ia akan ada untuk kita, teman untuk saling berbagi suka dan duka, terlebih lagi teman yang mengingatkan kita akan ketaatan kepada Allah, dan mengingatkan kita ketika kita melenceng dari perintah Allah.

Karena dari itu, mulai dari sekarang carilah orang baik yang akan kita jadikan teman, lihat bagaimana agama, akhlaq, dan sifatnya. Mohonlah kepada Allah agar diberikan teman yang baik dan taat, saling membimbing hingga akhirnya Allah mempertemukan kita di syurga bersamanya. Carilah orang yang dicintai karena Allah, karena siapa yang tidak mendapat seseorang didunia ini untuk dicintai karena Allah, maka ia tidak merasakan perasaan yang paling indah di dunia. Mereka adalah orang yang mampu membuat kita tenang dan tenteram ketika bersama dengannya.

Wallaahu'alam bishshawab


Tidak ada komentar:

Posting Komentar